Ekspresia
Beranda Review Extracting Data from S/4HANA: Mengapa CDS Views Adalah Standar Baru Menggantikan Legacy Tables

Extracting Data from S/4HANA: Mengapa CDS Views Adalah Standar Baru Menggantikan Legacy Tables

Pernahkah Anda menyadari bahwa dunia manajemen data enterprise sedang mengalami guncangan besar? Bagi Anda dan organisasi yang telah atau sedang bermigrasi ke SAP S/4HANA, tantangan utamanya sering kali bukan pada proses instalasi, melainkan bagaimana kita bisa menggali wawasan berharga dari dalamnya.

Harus diakui, proses Data Replication from SAP kini tidak lagi sesederhana menyalin tabel mentah seperti yang biasa kita lakukan di era SAP ECC. Sayangnya, masih banyak data engineer dan arsitek sistem yang terjebak nostalgia cara lama dengan mengakses tabel fisik secara langsung.

Bayangkan pendekatan lama ini seperti membeli mobil balap Formula 1, tetapi Anda memaksanya berjalan dengan ditarik oleh seekor kuda; mesinnya canggih dan siap melesat, namun cara kerjanya kuno sehingga menghambat potensi kecepatan yang sebenarnya.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengapa Core Data Services (CDS) Views kini menjadi “emas baru” dalam ekstraksi data, dan mengapa sudah saatnya Anda meninggalkan ketergantungan pada tabel legacy.

Evolusi Arsitektur Data: Dari ECC ke S/4HANA

Untuk memahami mengapa kita harus berubah, kita perlu melihat sejarahnya. Pada masa SAP ECC (ERP Central Component), data disimpan dalam ribuan tabel transparan seperti MARA (Material Master), VBAK (Sales Document Header), atau BSEG (Accounting Document Segment).

Praktik umum saat itu adalah melakukan ekstraksi data “raw” langsung dari tabel-tabel ini menggunakan alat ETL (Extract, Transform, Load) pihak ketiga, lalu membangun logika bisnisnya kembali di sisi data warehouse atau data lake.

Namun, S/4HANA mengubah permainan dengan penyederhanaan model data. Banyak tabel agregat dan indeks telah dihilangkan demi kecepatan pemrosesan in-memory HANA.

Meskipun SAP menyediakan “compatibility views” agar program lama tetap berjalan, mengakses tabel fisik secara langsung di S/4HANA seringkali menghasilkan data yang tidak lengkap atau membingungkan karena logika bisnisnya kini tertanam lebih dalam di lapisan aplikasi, bukan sekadar di baris data.

Masalah Fatal Mengandalkan Legacy Tables

Mengapa metode lama—yaitu SELECT * FROM TABLE—dianggap usang dan berbahaya dalam konteks S/4HANA? Berikut adalah alasan mendasarnya:

1. Hilangnya Konteks Bisnis (Business Logic)

Tabel fisik di SAP menyimpan data dalam format teknis yang kaku. Misalnya, status pesanan mungkin hanya berupa kode satu huruf “A” atau “B”.

Di masa lalu, data engineer harus menulis skrip rumit di luar SAP untuk menerjemahkan kode ini. Dengan S/4HANA, logika ini semakin kompleks. Jika Anda hanya mengambil tabel mentah, Anda kehilangan lapisan semantik yang menjelaskan “apa arti data ini”.

2. Perubahan Struktur Data (Simplifikasi)

Dalam modul Finance S/4HANA, tabel ACDOCA (Universal Journal) telah menggantikan banyak tabel terpisah. Jika proses replikasi data Anda masih mencari tabel-tabel lama yang kini mungkin hanya berupa view bayangan, performa ekstraksi akan menurun drastis karena sistem harus melakukan join secara on-the-fly di latar belakang tanpa Anda sadari.

3. Format Data Proprietary

Data dalam tabel SAP seringkali disimpan dalam format internal (misalnya format tanggal atau angka dengan desimal implisit) yang memerlukan konversi berat. Melakukan konversi ini di alat ETL eksternal memakan waktu dan sumber daya komputasi yang besar.

CDS Views: Standar Emas Baru untuk Replikasi Data

SAP memperkenalkan Core Data Services (CDS) Views sebagai solusi elegan untuk tantangan di atas. CDS Views bukan sekadar database view biasa; ini adalah lapisan semantik yang kaya (Semantic Layer) yang duduk tepat di atas database HANA.

Menurut tren industri teknologi enterprise, penggunaan lapisan semantik seperti CDS Views dapat mempercepat waktu pengembangan analytics hingga 40% karena mengurangi kebutuhan transformasi data yang berulang-ulang.

Apa Keunggulan Utama CDS Views?

Virtual Data Model (VDM) yang Cerdas

CDS Views menyediakan model data virtual yang siap pakai. Artinya, SAP telah melakukan pekerjaan berat untuk menyatukan tabel-tabel yang relevan, menerapkan filter standar, dan memberikan nama kolom yang mudah dimengerti manusia (human-readable).

Anda tidak perlu lagi menebak apa isi kolom MATNR atau KUNNR, karena CDS Views menyajikannya dalam konteks bisnis yang jelas.

Paradigma “Code-to-Data”

Ini adalah poin terpenting. Dalam pendekatan lama, kita menarik data besar ke aplikasi untuk diproses (Data-to-Code). Dengan CDS Views, kita mendorong logika perhitungan ke lapisan database HANA (Code-to-Data).

Kalkulasi berat, agregasi, dan konversi mata uang dilakukan di dalam memori HANA yang super cepat sebelum data dikirim keluar. Hasilnya? Proses replikasi data menjadi jauh lebih ringan dan cepat.

Mendukung Ekstraksi Delta (CDC)

Salah satu tantangan terbesar dalam data warehousing adalah Change Data Capture (CDC) atau mendeteksi data mana yang berubah.

CDS Views standar SAP dilengkapi dengan mekanisme anotasi @Analytics.dataExtraction yang memungkinkan sistem mengenali perubahan data (delta) secara otomatis. Ini jauh lebih andal daripada mengandalkan timestamp pada tabel fisik yang seringkali tidak akurat.

Perbandingan Head-to-Head: Legacy Tables vs. CDS Views

Agar lebih jelas, mari kita lihat perbandingan teknis antara kedua pendekatan ini:

Fitur

Legacy Tables (Direct Access)

CDS Views (S/4HANA Standard)

Konteks Bisnis Rendah (Hanya data mentah) Tinggi (Data + Logika Bisnis)
Kinerja Lambat (Pemrosesan di sisi ETL) Cepat (Push-down logic ke HANA)
Kemudahan Pemeliharaan Sulit (Rentan rusak jika struktur DB berubah) Mudah (Abstraksi melindungi dari perubahan DB)
Kapabilitas Delta Manual & Kompleks Native & Otomatis
Keamanan Mengakses seluruh data tabel Bisa dibatasi per baris/kolom (DCL)

Strategi Implementasi: Kapan Harus Beralih?

Jika organisasi Anda saat ini sedang merencanakan proyek data lake, cloud data warehouse (seperti Snowflake, BigQuery, atau Azure Synapse), atau sekadar ingin memperbarui laporan BI, ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkan akses tabel langsung.

Gunakan CDS Views tipe Extraction (biasanya diawali dengan I_ atau C_ dalam penamaannya) sebagai sumber data utama Anda. Jangan mencoba menciptakan kembali roda dengan membangun logika join tabel SAP yang rumit di luar sistem, karena kemungkinan besar SAP sudah menyediakannya dalam bentuk CDS View standar.

Namun, transisi ini memang membutuhkan keahlian khusus. Memahami hierarki VDM, anotasi CDS, dan cara mengonfigurasi ODP (Operational Data Provisioning) framework memerlukan pemahaman mendalam tentang arsitektur S/4HANA.

Kesimpulan

Di era digital yang serba cepat ini, data adalah aset paling berharga. Namun, data yang terperangkap dalam struktur tabel kuno tanpa konteks bisnis hanyalah beban, bukan aset. Beralih dari legacy tables ke CDS Views untuk keperluan replikasi data bukan sekadar opsi teknis, melainkan langkah strategis untuk memastikan integritas, kecepatan, dan akurasi informasi bisnis Anda.

Jangan biarkan infrastruktur modern Anda terhambat oleh metode kerja masa lalu. Pastikan arsitektur data Anda siap menghadapi tantangan masa depan dengan memanfaatkan teknologi native yang telah disediakan oleh SAP.

Apakah Anda siap memodernisasi strategi data SAP Anda namun bingung harus mulai dari mana? Kami memiliki pengalaman mendalam dan tim ahli yang siap membantu Anda menavigasi kompleksitas S/4HANA. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai implementasi dan optimasi sistem SAP, segera hubungi SOLTIUS.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan